Festival Dolanan Anak Menepis Rasa Egois

Siswa - siswi SD Proyonanggan 05 bermain "Ratu-ratuan" dalam Festival Dolanan Anak di Pendopo kabupaten Batang, Selasa (14/11).
Perkembangan teknologi yang semakin modern, seperti contohnya banyak anak memainkan gadget sehingga menumbuhkan perasaan egois dan menjadi dewasa sebelum waktunya. Atas dasar hal itulah yang membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang merasa prihatin, sehinga berinisiatif untuk menyelenggarakan Festival Dolanan Anak tingkat Kabupaten Batang yang diikuti 15 Sekolah Dasar dari masing – masing Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Kebudayaan Disdikbud Kustantinah di Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (14/11).

“Festival Dolanan Anak ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan kita yang mulai luntur, karena generasi milenia sudah tidak mengenal lagi dolanan/permainan tradisional sebab sudah disibukkan dengan permainan modern,” ungkapnya.

Menurutnya, festival ini setidaknya dapat menepis perasaan egois yang disebabkan karena terlalu seringnya anak – anak bermain dengan gadget dan kurangnya bersosialisasi dengan teman sebaya. “Dolanan anak" ini memberi dampak positif, memupuk rasa kerjasama, gotong royong dan mau menerima perbedaan pendapat.

“Dolanan anak yang ditampilkan dari masing – masing UPTD antara lain dakon, jengklek, petak umpet/rok umpet, rok benteng, jago – jagonan dan masih banyak lagi,” terang Kustantinah.

Kustantinah menerangkan bahwa karena kemajuan zaman yang tidak disertai perlindungan terhadap kearifan lokal yang kuat, maka perlahan – lahan dolanan anak yang dahulu sering kita mainkan akan punah.

“Harapannya sesuai tugas pada bidang kebudayaan, festival ini untuk melestarikan nilai tradisi yang selama ini hampir punah, orang Jawa jangan sampai kehilangan Jawanya,” pungkasnya.

Sementara menurut Agus Sukiyanto seorang pendidik dari SD N 01 Subah, kegiatan festival bertemakan permainan anak tradisional perlu diselenggarakan secara rutin untuk mengenalkan dolanan anak tempo dulu.

“Festival semacam ini harus sesering mungkin diadakan tidak perlu menunggu 1 tahun sekali, sehingga anak dapat semakin mengenal kebudayaan tradisinya,” harapnya.

Festival Dolanan Anak berlangsung mulai 14 – 16 November 2017 di Pendopo kabupaten Batang dengan menampilkan beragam permainan anak tempo dulu. (Heri/Arga/McBatang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial