Aplikasi E-Sakti untuk Santuni Orang Mininggal

Aplikasi E- Sakti menjadi sebuah jawaban program visi dan misi Bupati Batang Wihaji dan Suyono untuk santuni orang miskin yang mrninggal dunia, kegiatan launching aplikasi tersebut bertempat di Pendopo Kantor Bupati setempat Jumaat17/11. Bupati setempat.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, e-Santunan Kematian atau yang sering di sebut e-Sakti sebagai jawaban program visi misi kami terkait dengan santunan kematian untuk warga miskin.

"Sejal mulai tanggal 25 Oktober 2017, keluarga miskin yang meninggal dunia di berikan santunan sebesar 1 juta rupiah." Kata Wihaji

Ia juga mengatakan bahwa santunan e sakti ini sudah kita anggarkan pada anggaran perubahan mencapai 2 milyar untuk tahun 2017.

"anggaran 2 milyar sebagai antisipasi untuk 1 hari terdapat 20 orang meninggal." Jelas Wihaji

Adapun yang mendapatkan santunan yaitu warga yang sudah terdaftar pada BDT (Basis Data Terpadu), dan yang belum masuk pada BDT nantinya dapat melalui TIM pendataan sesuai dengan kriteria atap, lantai dinding dinding rumah yangvtudak permanen.

" bayi yang meninggal dunia tetap dapat santunan jika dalam KK tersebut termasuk dalam golongan keluarga miskin." Jelas Wihaji

Bupati juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mempercepat pencairan santunan dan tim dari Dinas Sosial untuk dapat membantu pendataan keluarga miskin yang belum terdaftar pada data.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Sugiatmo mengatakan, sebelum diadakan launching e-Sakti dinas kami telah diadakan pelatihan secara teknis kepada kepala desa mengenai e-Sakti selama tiga hari.

"Karena ini merupakan hal baru, sehingga harus ada pelatihan secara teknis sebagai operator aplikasi bagi aparatur desa dan kelurahan." Kata Sugiatmo (Edo/Humas/McBatang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial