Deklarasi Desa ODF, Cegah BAB Sembarangan

Sebanyak 12 desa melakukan Deklarasi Desa ODF bertempat di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (30/11)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang menyelenggarakan Deklarasi Desa Open Defecation Free (ODF), bertujuan supaya masyarakat tidak Buang Air Besar (BAB) Sembarangan. Sejak tahun 2016 sudah ada 25 desa menjadi Desa ODF. Jadi dari 248 desa yang ada di Kabupaten Batang, baru 10% yang bebas dari BAB Sembarangan. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinkes dr. Hidayah Basbeth ketika memberikan sambutan pada Deklarasi Desa ODF bertempat di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (30/11).

“Alhamdulillah di tahun 2017 ini ada 12 desa yang melakukan Deklarasi Desa ODF, harapan nya tahun 2018 mendatang mereka sudah bisa bebas dari BAB Sembarangan,” ungkap dr. Basbeth.

Dr. Basbeth mengatakan selama ini banyak penduduk baik yang tinggal di desa maupun perkotaan masih BAB Sembarangan, terutama mereka yang tinggal di pinggiran sungai dan kebun. Melalui deklarasi ini kami harapkan agar Kepala Desa dan para kader untuk dapat membantu masyarakat membuat jamban sehat permanen, sehingga akan terhindar dari ancaman berbagai penyakit seperti diare, hepatitis dan cacingan.

“Kami telah bekerjasama dengan pihak Kodim 0736/Batang dan Polres Batang untuk membantu membuat jamban sehat sebagai stimulan bagi keluarga tidak mampu, untuk tahun 2018 pun akan dilakukan hal serupa agar cita – cita masyarakat desa yang bebas dari BAB Sembarangan dapat terwujud,” terangnya.

dr. Basbeth berharap agar program di tahun 2019 semua desa bebas dari BAB Sembarangan dapat terwujud, dengan kerjasama seluruh lintas sektor, baik pemerintah maupun swasta. Semoga melalui Deklarasi Desa ODF masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak BAB Sembarangan. 

“Di acara Deklarasi Desa ODF ini juga kami memberikan apresiasi kepada desa yang sudah ODF dan memotivasi kepada desa yang belum ODF, agar segera menuju Desa ODF,” pungkasnya.

Sementara menurut Manajer Program Bima Sembada mendukung Deklarasi Desa ODF dengan harapan seluruh desa di Kabupaten Batang bebas dari BAB Sembarangan.

“Mari kita gelorakan Gerakan Stop BAB Sembarangan di 248 desa, supaya seluruh desa dapat mendeklarasikan menjadi Desa ODF, sehingga akan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat,” tuturnya.

Salah satu desa yang sudah menjadi ODF adalah Desa Karanggeneng, yang warganya telah memiliki kesadaran tentang bahaya BAB Sembarangan, sehingga dengan hanya sedikit arahan dari Kepala Desa, bidan dan dokter, akhirnya mengubah pola dari BAB Sembarangan menjadi BAB di jamban sehat permanen.

“Alhamdulillah seluruh warga desa kami sudah BAB di jamban sehat permanen berkat bujukan dari Ibu Bidan mereka mau beralih dari yang sebelumnya BAB di sungai dan kebun menjadi BAB di jamban,” tutur Walyono Kepala Desa Karanggeneng.

Walyono menerangkan setelah diberikan pembinaan saat kegiatan Bersih Desa setiap hari Jum’at, akhirnya warga desa merasa malu dengan sendirinya jika ingin BAB di sungai. Harapannya seluruh desa bisa terbebas dari BAB Sembarangan, dengan dukungan dari puskesmas yang ada di desa.

Menurut Nurjanah pemenang lomba paduan suara dari Desa Kenconorejo mengungkapkan seluruh warganya sudah menggunakan jamban sehat permanen, diawali dengan memberikan contoh dari tingkat keluarga. Untuk mengubah suatu perilaku manusia memang tidak mudah, namun usaha kita harus menjadi figur atau teladan dahulu untuk memberikan pembelajaran kepada orang lain, dengan mensosialisasikan tentang kebiasaan hidup bersih dan sehat.

“Desa Kenconorejo menjadi pemenang pada lomba paduan suara dengan judul Stop BAB Sembarangan untuk mengajak kepada masyarakat agar membiasakan hidup bersih. Selain itu kami juga menyanyikan lagu ciptaan sendiri berjudul Jangan Sentuh Aku, lagu ini bertemakan tentang pendidikan seks pada anak,” ucapnya. (Heri/Arga/Mc Batang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis