Wirausaha Muda Harus Mampu Berinovasi

“Berbicara tentang produksi semua orang bisa membuat produk yang diminta konsumen, demikian pula dengan modal dapat diperoleh secara mudah melalui koperasi ataupun perbankan, namun selama ini Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih terkendala oleh manajemen,"" tutur Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) M. Isnanto saat mengikuti Rapat Awal Persiapan Program 1000 Wirausaha Muda di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker), Senin (5/3).

Isnanto mengatakan, selama ini wirausahawan membuat sebuah produk tetapi tidak laku terjual, hal ini merupakan masalah besar. Maka ketika wirausaha tidak bisa bersaing baik melalui harga maupun kualitas, jelas akan tertinggal.

“Mereka meresahkan tidak memiliki tempat untuk mempromosikan produknya, padahal tempat bukanlah masalah utama, walaupun berada di dalam kampung pun kalau barang yang dijual berkualitas dan harganya bersaing pasti dicari pembeli,” terangnya.

Sebagai contoh lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Batang telah memberi tempat di Pujasera yang strategis tapi tidak dioptimalkan. Maka perlu dilakukan perlindungan terhadap UMKM supaya dapat menjual produk khususnya kepada masyarakat Batang.

“Disamping dilindungi Pemerintah, UMKM juga harus memiliki perencanaan inovasi dan kreativitas untuk memproduksi barang serta mempunyai nilai tambah,” imbuhnya.

Isnanto berpesan kepada para calon pengusaha muda yang akan berkecimpung dalam dunia kewirausahaan harus mengenali diri sendiri terlebih dahulu, kenali bakat dan potensi diri serta jangan mencoba kembali usaha yang telah gagal.

“Disamping itu pegang teguh prinsip kejujuran, kreatif, inovatif, berani, sopan dan berwibawa, jelas untuk menjadi wirausahawan memang sangat berat, maka Pemkab akan mengawal dari nol hingga mampu berjalan dengan mempersiapkan pendidikan, pelatihan dan sarana prasarana sehingga terwujudlah 1000 wirausahawan baru,” pungkasnya.

Sementara menurut Budi Setyaningsih selaku Kasi Pelatihan Kerja dan Produktivitas pada DPMPTSP dan Naker, sampai saat ini persiapan menuju realisasi Program 1000 Wirausahawan Muda telah mencapai pada tahap pendataan pelatihan yang ada di setiap OPD yang bertanggungjawab sesuai visi misi Bupati Wihaji, yakni menciptakan 1000 Wirausaha Muda di Kabupaten Batang.

“Kami mendata jenis-jenis pelatihan dan jumlah kuota yang dibutuhkan serta membahas persyaratan bagi pemuda yang ingin mendaftar untuk mengikuti seleksi menjadi salah satu dari 1000 Wirausaha Muda Batang,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan dalam rapat tersebut membahas tentang sistem informasi pendaftaran yang bisa diakses secara online.

“Mereka yang ingin mendaftar sebagai calon wirausaha muda harus termasuk dalam usia produktif antara 18 – 40 tahun, karena selama ini kita melihat masyarakat Batang yang termasuk dalam usia tersebut belum mempunyai usaha, padahal mereka harus bertanggungjawab memenuhi kebutuhan keluarganya,” jelasnya.

Budi Setyaningsih mengharapkan agar para pemuda Batang memanfaatkan peluang ini dengan semaksimal mungkin guna meningkatkan pendapatan dan taraf hidup.

“Jangan hanya puas dengan sesuatu yang sudah kita miliki sekarang, jika ingin maju harus bekerja keras,” pungkasnya.

Rapat tersebut diikuti oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yaitu Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM), Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta), Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak), Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora). (Heri/Mc Batang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial