Tantangan Orangtua di Era Digital

Tantangan orangtua saat ini tidak hanya dari dunia nyata saja. Namun lebih dari itu, peran dunia maya sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak anak.

Era digital identitik dengan teknologi di sekitar lingkungan, baik itu gedget, internet, android, komputer, laptop, dan lainnya.Cara instan kadangkala digunakan untuk membuat anak anak menuruti apa yang menjadi kehendak orang tua.

''Pemberian gadget, android dan alat teknologi lainnya cara instan yang kadang diberikan kepada anak anak kita. Saat mereka menangis, tidak bisa diam, bertengkar dan lain sebagainya. Harapan orangtua dengan pemberian alat-alat itu anak mau mengikuti apa yang menjadi harapan orangtuanya,'' ujar Psikolog Rumah Sakit Qulbu Insan Mulai (RS-QIM) Batang Harap Cendekiawan.

Dia menuturkan teknologi digital bukan lagi merupakan kebanggaan namun sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari anak anak kita.Penggunaan yang bijak serta ada pemantauan, arahan yang tegas dan konsisten tentunya memberikan sisi positif bagi teknologi yang digunakan anak - anak kita.Sisi positif tersebut antara lain membantu proses belajar, anak akan sangat terbantu dengan teknologi yang sekarang digunakan. Salah satunya adalah menambah referensi bagian dari tugas tugas.

Menjalin komunikasi, facebook, twiter, instragram bagian dari teknolgi yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Namun harus diingat, sisi negatif dari alat-alat digital.

''Prestasi belajar menurun, karena anak anak dalam keasyikan bermain teknologi yang berdampak lupa belajar.Rutinitas anak yang bermain pada satu tempat dan cenderung tidak mau berpindah berdampak aktifitas fisik pasif,''ujar Harap. Perkembangan keterampilan sosial dan bahasa anak terhambat karena sudah dikenalkan dengan gadget dini. Terutama usia di bawah dua tahun dan berakibat anak kurang peduli dengan bersosialisasi.

Kecenderungan anak bermain gadget atau teknolgi lain sambil tiduran hal ini tentu berdampak pada kesehatan mata pada diri anak. Emosi anak cederung labil karena permainan itu cenderung individu dan tentunya mengajarkan tidak berbagi dengan orang lain.

Dari permasalahan itu sebagai orangtua harus mampu mencari solusi agar penggunaan teknologi itu dapat memberikan nilai positif. Serta meminimalkan dari sisi negatif yang ada.

"Beberap solusi yang dapat digunakan pola asuh yang sama, ada kesamaan baik kapan bermain gadget, punishmen dan rewardnya dan lainnya. Orangtua dan orang yang terlibat dalam tumbuh kembang anak anak harus memiliki aturan, visi, dan misi yang sama.

Menjadi role model yang baik, kecenderungan anak meniru orang disekitarnya.

Karena itu orangtua harus serba ahli, ahli dari tumbuh kembang, parenting serta dalam teknologi sehingga mampu mengawasi secara bijak.

Melakukan aktifitas bersama dengan mengetahui minat anak. Dia pasti akan senang ketika orangtua mendampingi dan bermain bersama.

Melakukan komunikasi efektif, kesibukan orangtua kadang berakibat jarang berkomunikasi dengan anak anak. Kemampuan komunikasi, pengawasan serta komitmen dalam menggunakan teknogi dapat meminimalkan dampak negatif pada anak.

"Yang utama hidup seimbang, konsisten menerapkan aturan aturan yang ada menanamkan nilai-nilai kehidupan positif dalam menghadapi era digital.

Apabila bapak-ibu memerlukan konsultasi psikologi, kami siap melayani di Rumah Sakit QIM pada Selasa, Kamis, Jumat pukul 08.00 - 10.00 WIB.''(Arif Suryoto-McBatang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial