AYO BUDAYAKAN MEMANFAATKAN SAMPAH

Sampah yang selama ini dianggap sebagai barang tidak bernilai justru bisa mendatangkan berkah serta pundi-pundi rupiah bila dikelola baik oleh tangan terampil.
Hal itu pula yang dilakukan oleh beberapa kawulamuda di Dukuh Klawen Desa Candigugur Kecamatan Bawang  Kabupaten Batang untuk mengolah sampah menjadi barang bernilai jual.
Adalah Nurul Mubin (30) pemuda asal desa setempat tergeliat untuk membentuk bank sampah dengan nama Klawen Asri. Tujuannya tidak lain agar tercipta lingkungan bersih dan mampu mengolah potensi sampah yang selama ini belum tergarap oleh warga setempat
Dimulai dari 10 Mei 2016, orang yang terlibat di dalam kepengurusan Bank Sampah Klawen Asri telah konsisten menjalankan program sortir sampah organik dan anorganik.
Saat ini, masyarakat yang telah menjadi nasabah sudah mencapai 200-an orang lebih dengan mayoritas warga Klawen, lintas dukuh di Desa Candigugur serta dari desa lain
“Alhamdulilah kami juga sudah mempekerjakan 3 orang dengan sistem gaji bulanan. Diantaranya sopir, kernet Rp350.000,00 dan penagih iuran warga Rp300.000,00 Semua karyawan kami juga berasal dari Klawen” ujar Mubin saat diwawancarai
Tak selalu, niat dan usaha baik mendapat respon positif. Dalam prosesnya Klawen Asri seringkali menemukan kendala yaitu kurangnya kepedulian warga terhadap lingkungan.
“Untuk iuran Rp1.000,00 per minggu saja masih banyak warga yang keberatan karena merasa bahwa mereka tidak menjadi nasabah di Klawen Asri tapi dimintai iuran tersebut. Parahnya warga yang bersangkutan memandang alam yang disekeliling rumahnya dengan remeh, sehingga membuang sampah seenaknya” keluh Mubin melihat sikap warga setempat.
Kendala itu tidak membuat Mubin dan pengurus Klawen Asri patah semangat. Usaha mensosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan terus digalakkan, kini telah disediakan tong sampah pada 32 titik agar warga tidak membuang sampah sembarangan.
“Beberapa produk kami telah layak untuk dipasarkan, terutama yang terbuat dari limbah bambu yang dibentuk seperti kapal phinisi, rumah pohon, Menara Eiffel, dan lainnya. Karya tersebut dipajang di Kedai Kopi Lugut yang pengambilan namanya juga berdasarkan bahasa jawanya bambu,” tutup Mubin.
Manajemen bank sampah Klawen Asri yang berjalan dengan baik tentu tidak lepas dari kesolidan para pengurus, tak terkecuali Ahmad Ridwan yang menjabat sebagai bendahara.
“Bank Sampah Klawen Asri memfasilitasi warga yang berkenan menabungkan sampahnya dengan system yang tertib. Sampah disortir antara organik dan anorganik, semua sampah anorganik kecuali popok, pembalut, dan kantong plastik kami hargai sesuai harga pasar,” ujar Ridwan
Manajemen keuangan yang telah berjalan kurang lebih 8 bulan itu mengambil laba dari penjualan sampah yang belum bisa didaur ulang, serta iuran warga guna operasional dan gaji karyawan.
Untuk sampah organik sampai saat ini masih dibuang, namun rencana ke depan akan dibuat sebagai bahan pupuk agar semua sampah dapat dimanfaatkan.
“Bagi nasabah yang ingin melakukan penarikan tabungan dapat diambil sekali dalam satu tahun dan waktunya menjelang Hari Raya Idul Fitri,” paparnya. MC BATANG JATENG/CHACHA-Potensi Daerah

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial