Kabupaten Batang memang surganya tempat wisata, bukan hanya wisata keluarga dan wisata kuliner saja, tapi Kabupaten Batang juga bisa menjadi pilihan terbaik bagi kamu yang ingin berwisata Religi. Seperti apa sih ulasan wisata religi di wonobodro ? yuk kita simak.

 

Makam Wonobodro

 

Berada di Bukit Wonobodro, perbukitan tak begitu tinggi di Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kabupaten ini tepat berada di sebelah Timur Kabupaten Pekalongan, yang dilewati jalan Pantai Utara Jawa, dengan jalur tengkorak Alas Roban.

Anda harus menempuh jarak 28 km dari Alun-Alun Batang untuk sampai di halaman parkir Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang yang cukup luas. Area parkirnya tepat di kaki bukit, dengan undakan lebar menuju ke atas.

Disana, jika anda lupa untuk membawwa air untuk berziarah, disana juga banyak anak kecil yang merubung, menawarkan air dalam botol. Bukan air mineral kemasan untuk diminum, namun air setempat yang biasa dipakai untuk berziarah, atau untuk dibawa pulang.

Meskipun Kerumunan anak yang mengerubungi dan menawarkan air dalam botol di latar depan, dan undakan menuju ke Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang terlihat di latar belakang, dengan lubang gapura kembar di ujung atasnya. Area parkir yang tak terlihat berada di sebelah kanan, dimana di pinggirannya terdapat pedagang makanan yang ramah.

Di sisi sebelah kiri ada kolam segi empat cukup besar berisi air jernih yang diperuntukkan buat peziarah pria, namun tidak ada lihat kolam untuk wanita. Di sebelah kanan terdapat cungkup kecil petilasan pasujudan, dan di sebelahnya ada pancuran tunggal dengan tengara yang berbunyi “Air Kramat Petilasan Wudhu Auliya Wonobodro”. Setelah menaiki undakan dan melewati gerbang atas, terlihat jalur lurus lebar dan panjang yang di ujungnya terdapat gapura cungkup Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang. Sementara di sebelah kanan ada tengara di awal jalan simpang berbunyi “Makam Ky Agung Pekalongan, Makam Ki Ageng Wonobodro”.

Ada yang menyebut Kyai Agung Pekalongan adalah Ki Ageng Wonobodro, namun ada yang menyebut sebagai orang yang berbeda. Di pendopo ada sejumlah makam lain, dengan nisan batu tipis sederhana. Di halaman ada lagi sepasang makam dalam cungkup kecil dengan lantai tinggi, juga tak ada tengara nama di sana. Setelah itu anda  meninggalkan Makam Kyai Agung Pekalongan dengan melewati gapura lengkung untuk menuju ke cungkup Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang.

Jirat kubur Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang juga ditutupi kelambu, namun warnanya putih dan berenda, yang lokasinya tepat berada di tengah pendopo yang ditopang empat sokuguru bercat warna tembaga. Di dalam kelambu terdapat dua makam panjang dan tinggi. Di belakang kubur terlihat papan pemisah ruangan peziarah pria dan wanita.

Masih di dalam pendopo Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang terdapat beberapa kubur lainnya, beberapa diberi tanda nama yang cukup membantu bagi peziarah. Diantara makam yang bertengara itu adalah Makam Syekh Fakir Sugih, dan Makam Syekh Jambu Karang. Uniknya Makam Syekh Jambu Karang juga ada di Pemalang dan Purbalingga.

Cungkup petilasan pasujudan aulia Wonobodro yang lokainya berada di dekat area parkir agak ke bawah. Warga setempat mempercayai bahwa yang ada di Bukit Wonobodro adalah makam atau petilasan Syekh Maulana Maghribi yang paling tua, dengan alasan banyaknya peziarah yang datang ke tempat ini terutama sejak setengah bulan sebelum bulan puasa. Di Kabupaten Batang masih ada satu lagi Makam Syekh Maulana Maghribi, yang berada bukit ujung negoro kabupaten Batang.

Syekh Maulana Maghribi berasal dari Maghrib, Maroko. Ada pula yang menyebut bahwa ia lahir di Samarkand. Raffles menyebutnya berasal dari Arab, dan menetap di Desa Leran. Sedangkan J.P. Moquette menduga Malik Ibrahim berasal dari Kashan, Iran sekarang. Yang diakui banyak orang adalah pengaruhnya yang besar dalam penyebaran agama Islam di Jawa.

Anda bisa kapan saja pergi untuk berwisata religi ke makam wonobodro bersama keluarga, sahabat, kerabat, atau orang terkasih kapan saja, tapi biasanya Di Wonobodro, setiap 13 Syuro/13 Muharram, diselenggarakan khol untuk Syekh Maulana Magribi, Sunan Kudus, Syekh Bandi Maktis, Syekh Fakir Sugih, Kyai Agung Pekalongan, Kyai Bahurekso, dan Ki Ageng Wonobodro. Salawat, dzikir, tahlil, dan ceramah diselenggarakan pada malam hari, dan esok paginya orang berjalan beriringan dari masjid ke makam untuk berziarah.

Sepulang dari wisata Religi tidak lengkap rasanya jika tidak membawakan oleh-oleh, tapi tenang saja. Disana anda dapat membelikan bermacam-macam oleh-oleh seperti kerupuk opak, kecimpring, aneka manisan, aneka makanan ringan khas Batang, pernak-pernik cantik, hingga olahankerajinan tangan dari bahan akar, dan lain-lain. (Chacha/MC Batang Jateng)

 

Bagikan ke Jejaring Sosial