Wilayah Kabupaten Batang merupakan wilayah yang sangat cocok untuk budidaya penggemukan sapi potong, karena didukung oleh iklim yang sesuai terutama untuk daerah dataran tinggi yaitu di Kecamatan Bawang, Bandar maupun Kecamatan Blado. Ketersediaan pangan dari limbah budidaya padi serupa jerami cukup melimpah karena produksi padi di daerah Batang juga cukup tinggi.

Budidaya Penggemukan Sapi Potong

 

Di wilayah kecamatan tersebut tersedia lahan yang dapat disewa maupun dibeli untuk dapat dipergunakan sebagai lokasi kandang maupun sebagai kebun untuk penanaman rumput unggul. Jenis sapi potong yang paling banyak dibudidayakan di wilayah Kabupaten Batang adalah jenis Simental maupun PO (peternakan Ongole).

 

Pemasaran hasil dari kegiatan budidaya sapi potong ini sangat mudah, karena di Kabupaten Batang terdapat banyak pedagang kecil maupun pedagang besar yang siap membeli ternak sapi potong ini, biasanya para pedagang sapi ini menjualnya kembali di daerah Batang atau memasarkannya ke Jakarta.

 

TATA LAKSANA PEMELIHARAAN


1. Perkandangan.

Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.

2. Pakan.

 Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.

Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan.

Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.

Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.

MC Batang Jateng / SAK

Bagikan ke Jejaring Sosial