Sosialisasi Germas Kepada Ormas

Pimpinan Daerah Aisyiah Kabupaten Batang bersama 600 anggotanya yang terdiri dari Ibu-ibu Aisyiah, guru dan peserta didik mengikuti sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) diWisata AgroSelopajangKecamatan Blado Kabupaten Batang, Minggu (11/3).

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiah Kabupaten Batang Umalikha mengatakansosialisasi Germasdilaksanakan dalam rangka membiasakan pola hidup sehat kepada anggotadengan banyak mengonsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga dan selalu mengecek kesehatan secara berkala.

“Kita memiliki Majelis Kesehatanyang digunakan sebagai sarana mensosialisasikan Germas kepada masyarakat, supaya dapat mempraktikkan secara langsung hidup sehat dengan cara memperbanyak olahraga, mengonsumsi buah dan sayur dan pemeriksaan kesehatan rutin,” tuturnya.

Umalikhamenerangkan setelah mendapat sosialisasi Germas dari Dinas Kesehatanakan diterapkan di Batang. Kegiatan ini diikuti oleh 14 Kecamatan, melibatkan Ikatan Guru BustanulAthfal, Anak-anak TK Nasyiatul Aisyiah.

“Kegiatan semacam ini akan dilakukan secara rutin mulai dari tingkat ranting tiap 6 bulan sekali dan di sekolah akan dilakukan tiap 1 bulan sekali dibantu oleh para guru agar anak didik memahami serta mempraktikkan Germas dalam kehidupan sehari-hari,” terang Umalikha.

Umalikha mengharapkan kegiatan sosialisasi Germas ini berdampak positif untuk membuat anak tidak terbiasa mengonsumsi makanan yang kurang terjaga kebersihannya dan membiasakan makanan bergizi dengan dukungan dari orang tua.

Sekda Nasikhin yang juga selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Batang berterima kasih dengan penyelenggaraan sosialisasi Germasyang dilaksanakan organisasi kemasyarakatankarena Germas tidak hanya tanggungjawab Pemkab Batang saja, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Lebih lanjut Sekda menerangkan, kegiatan Germas inibersifat basisindividu maupunanggota keluarga agar tertanam pola hidup sehat terutama bagi anak-anak dan salah satu tujuannya menurunkan potensi stuntingdimana seorang anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya.

“Prosentase populasistuntingdi Kabupaten Batang mencapai 25%, maka kegiatan ini harapannya dapat mengurangi potensi stunting,” pungkasNasikhin. (Heri/Arga/SAK/Mc Batang)

 

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial