Bank Jateng Berikan Pelatihan Aplikasi CMS Kepada Bendahara OPD

Merealisasikan program Pemerintah Kabupaten Batang tentang Transaksi Non Tunai, Badan Pengelolaan Keuangan  Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) bekerja sama dengan Bank Jateng untuk memberikan pelatihan aplikasi Cash Management System (CMS) kepada para bendahara pengeluaran dan pembantu di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar semakin mudah dalam menjalankan tugas bertempat di Hotel Sendang Sari Kabupaten Batang, Rabu (28/3).

CMS merupakan salah satu jenis layanan pengelolaan keuangan di mana pihak yang bersangkutan dapat melakukan keuangan langsung menggunakan fasilitas online.

Sekretaris BPKPAD Eko Widiyanto mengatakan, Transaksi Non Tunai merupakan program baru pasti di awal pelaksanaannya bendahara akan sedikit mengalami kendala, karena sebelumnya sudah terbiasa menggunakan cara manual. Namun kami berkeyakinan jika program ini sudah berjalan selama 3 tahun para bendahara akan lancar menjalankan tugasnya.

“Manfaat yang didapat Pemkab terwujudnya transparansi penggunaan dan pelaporan anggaran, mempermudah arus transaksi kas oleh OPD maupun pihak ketiga sebagai pengguna APBD dan meningkatkan pengamanan bagi pengguna kas daerah,” tutur Eko.

Eko menerangkan, semua transaksi APBD akan menggunakan CMS terutama di atas 5 juta. Sedangkan di bawah 5 juta akan diberikan 2 pilihan, diperbolehkan tetap bertransaksi tunai dan dapat pula bertransaksi non tunai.

“Tetapi penekanannya bagi pengguna transaksi di atas 5 juta harus bertransaksi secara non tunai,” tegasnya.

Bagi para bendahara lanjutnya, tidak perlu khawatir apabila dalam pengaplikasiannya mengalami permasalahan, BPKPAD dan Bank Jateng sebagai mitra akan memberikan pendampingan hingga memahami cara pengoperasian aplikasi CMS di seluruh OPD.

“Seluruh OPD harus mendukung aplikasi CMS untuk mewujudkan transparansi terutama pelaporan keuangan Pemkab Batang menjadi semakin baik,” pungkasnya.

Sementara Andre Sasongko Widiantoro selaku Wakil Pimpinan Bank Jateng Cabang Batang menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada bendahara tentang cara bertransaksi secara non tunai menggunakan CMS.

“Sebelumnya mereka memang sudah terbiasa tunai di setiap transaksi, tetapi kami akan memberikan pengenalan sistem online dalam setiap pengelolaan keuangan yang akan mempermudah dan mengefisienkan waktu pekerjaan mereka yang selama ini terlalu lama karena sistem manual,” terangnya.

Andre menegaskan, aplikasi CMS memberikan pengamanan yang lebih terjamin karena peruntukannya hingga jumlah anggaran yang digunakan akan terlihat jelas.

“Tentu data pelaporan keuangan yang didapat pasti valid,” katanya.

Dia berharap agar setiap materi yang disampaikan tentang penggunaan teknologi informasi dapat diserap seluruhnya, karena nantinya akan memudahkan pekerjaan.

“Semoga teman-teman bendahara dapat dengan cepat memahami penggunaan teknologi informasi yang diterapkan pada pengelolaan keuangan dan segera dapat dipraktikkan dalam menjalankan tugas,” harapnya.

Andre menambahkan, apabila di kemudian hari mengalami masalah pengelolaan keuangan dengan aplikasi CMS, pihak Bank Jateng dengan senang hati akan membantu hingga benar-benar memahami program tersebut. (Heri/Lutfi/Mc Batang)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial