DPT Kabupaten Batang Berkurang 553 Pemilih, Bawaslu Temukan 384 Data Ganda

Batang - Daftar Pemilih Tetap Kabupaten Batang yang berjumlah 596.044 pemilih yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 16 Agustus 2018 berkurang sebanyak 553 pemilih. 

Berkurangnya pemilih ini disampaikan dalam Rapat Pleno Terbuka, Pencermatan dan Penghapusan Data Pemilih yang tidak memenuhi syarat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, serta penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Pemilu tingkat Kabupaten Batang di Kantor KPU Kabupaten Batang, Rabu (12/9). 

Ketua KPU Kabupaten Batang, Adi Pranoto mengatakan, rapat pleno ini merupakan hasil masukan Bawaslu Kabupaten Batang agar mengkoreksi kembali DPT dan hasil pencermatan internal KPU, sehingga kami menindaklanjuti dengan menggelar rapat pleno. 

"Dari hasil pencermatan bersama dalam rapat pleno, ada 553 pemilih yang tidak memenuhi syarat, karena ganda, pindah domisili, ada yang meninggal dunia, sehingga pemilih yang ada dalam DPT yang telah ditetapkan menjadi 595.491 pemilih," jelasnya. 

Adi Pranoto juga mengatakan, sebelumnya DPT yang sudah ditetapkan satu bulan yang lalu tidak ada masukan dari Partai Poltik peserta Pemilu, hanya masukan dan koreksi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batang. 

Sementara, Koordinator Divisi Bawaslu Kabupaten Batang, Mabrur mengatakan, setelah ada surat perintah dari Bawaslu Provinsi uang menemukan data ganda pemilih, kita melakukan rekomendasi kepada KPU untuk melakukan koreksi DPT. 

"Kita sudah menemukan 384 data ganda dan ada temuan juga oleh Bawaslu RI, sehingga diturunkan ke tingkat Kabupaten untuk fokus koreksi DPT ganda," kata Mabrur. 

Mabrur juga mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi Bawaslu dengan Dinas Catat Sipil Kabupaten Batang ada sebanyak 11 ribu pemilih pemula yang belum melakukan perekaman. 

"Ada 11 ribu pemilih pemula yang belum melakukan perekaman dan 3 ribu pemilih yang belum melakukan perekaman karena kerja di luar negeri atau lainya," jelasnya. 

Oleh karena itu lanjutnya, diharapkan partai politik peserta pemilu untuk menginformasikan kepada masyarakat, agar ketika nanti tanggal 17 April 2019 bisa menggunakan hak suaranya dengan menunjukan KTP elektronik. 

"Karena dalam undang - undang, walaupun terdaftar dalam DPT kalau belum melakukan perekaman atau tidak  bisa menunjukan e-KTP tidak bisa menggunakan hak pilihnya," jelasnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial