Kantor Pos Batang Bertahan di Era Komunikasi Digital

Batang - Di usianya yang hampir 70 tahun, Kantor Pos Batang tetap berusaha bertahan di tengah-tengah kemajuan teknologi komunikasi serba digital, dengan meningkatkan pelayanan selain surat menyurat di antara pelayanan finansial. 

Kepala Kantor Pos Cabang Batang, Tobroni saat ditemui di Kantor Pos Cabang Kabupaten Batang, Rabu (10/10) mengutarakan, dari tahun ke tahun ada perubahan cara orang berkomunikasi. Di tahun 1990-2000 masyarakat masih memanfaatkan Kantor Pos Batang sebagai sarana untuk berkirim surat. Namun di tahun 2000 hingga kini, ada pergeseran cara berkomunikasi yang lebih efisien dan tidak memakan banyak waktu yaitu teknologi digital.

“Jelas ada pengaruhnya yang menurun drastis masyarakat menggunakan surat di periode tahun 2000-an. Tahun itu masih banyak orang berkomunikasi pakai surat, seperti Surat Pos, Warkat Pos (media surat sekaligus sebagai sampul) dan Kartu Pos,” terang Tobroni.

Meski begitu, lanjutnya, masih banyak orang menggunakan Kantor Pos untuk berkirim surat. Misalnya, mengirim surat lamaran, dokumen kedinasan dan surat-surat lain yang pengirimannya tidak dapat digantikan dengan media lain. Pihak Kantor Pos tidak bisa memaksakan kehendak agar masyarakat tetap mengirim surat sebagai alat komunikasi, karena komunikasi tidak terbatas pada surat. 

“Tapi untuk bertahan dalam usaha, kami dibantu 7 orang pegawai untuk mengirimkan 200 surat dan paket. Dulu di tahun 2000-an Kantor Pos Batang memiliki 20 pegawai, namun seiring modernisasi di bidang alat komunikasi membuat pengguna Kartu Pos dan Warkat Pos berkurang, sehingga berpengaruh pada pengurangan petugas,” papar Tobroni.

Untuk “bertahan hidup”, perlu ada inovasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam hal transaksi baik keuangan yakni pembayaran angsuran, tagihan, pensiun, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan, rekening listrik dan air. Disamping itu, ada pula layanan kurir atau pengiriman barang.

“Kantor Pos adalah milik publik dan aset negara, supaya tetap eksis tentu harus ada peran aktif masyarakat untuk selalu menggunakan layanan kami. Sebab tanpa masyarakat, kami tidak bisa apa-apa,” harapnya.

Terlebih lagi, saat ini pihak yang bermain dalam jasa kurir atau pengiriman barang tidak hanya kami, tapi ada pula pihak swasta yang ikut memberikan pelayanan yang sama.

“Jadi untuk menjaga eksistensi kami, masyarakatlah yang harus menghidupkan dengan menggunakan Kantor Pos Batang sebagai alat berkomunikasi maupun berkirim barang,” pungkas Kepala Pos Cabang Batang, Tobroni.

Hadu, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) mengungkapkan, secara kedinasan masih menggunakan media Kantor Pos dalam mengirimkan surat ke 248 desa yang ada di Kabupaten Batang. 

“Dikarenakan medan yang cukup sulit dijangkau, kami lebih memilih jasa pos untuk mengirimkan surat kepada Kepala Desa, sehingga lebih efektif dan efisien. Jika diantar menggunakan sepeda motor sendiri kurang menghemat waktu,” terangnya. (MC Batang, Jateng/Heri) 


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial