Kapolres Batang: Pihak Gereja Harus Kenali Jemaat Saat Misa Natal

Batang - Jelang perayaan Malam Natal Tahun 2018, Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga mengundang tokoh agama, aparat keamanan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam membahas langkah-langkah persiapan pengamanan pada obyek-obyek vital pada Rapat Koordinasi Lintas Sektor Dalam Rangka Persiapan Operasi Lilin Candi 2018 di Ruang Rapat Utama Mapolres Batang, Kamis (6/12/2018).

“Terkait pengamanan gereja, saya berpesan kepada Pendeta dan Pastor, pada saat perayaan Misa Natal diharapkan masing-masing pihak gereja menyiapkan satu orang yang bertugas  berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memantau setiap jemaat yang datang, apakah dia benar-benar jemaat gereja atau bukan,” imbau Kapolres Batang di hadapan seluruh peserta Rakor.

Lebih lanjut Kapolres menerangkan, karena jika dibebankan kepada anggota Polsek atau Polres yang memang ditugaskan untuk mengamankan gereja, belum tentu mereka mengenalinya dengan baik.

“Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan,” terangnya. 

Kapolres menerangkan, beberapa waktu lalu di suatu daerah ada oknum yang masuk ke dalam gereja dan ikut melaksanakan ibadah Misa, padahal ia bukan dari kalangan jemaat. Dan sudah sempat duduk, kemudian berpindah tempat hingga mendekati pendeta dan berusaha melakukan aksi teror.

“Berkat kejelian petugas gereja dan aparat kepolisian, aksi teror itu bisa dicegah,” katanya.

AKBP Edi juga mengemukakan, meskipun arus mudik dari luar Pulau Jawa pada Operasi Lilin tidak sepadat Operasi Ketupat, tetapi bukan berarti kita meremehkannya. Justru aparat keamanan tetap mempersiapkan segala sesuatu, hingga rangkaian Operasi Lilin Candi ini, bisa berjalan dengan baik.

“Dalam Operasi Lilin Candi 2018, kami sudah menyiapkan rencana pengamanan yang disinergikan  dengan kawan-kawan TNI bersama komponen masyarakat lain, khususnya pada obyek-obyek vital seperti gereja dan tempat wisata untuk mengantisipasi terjadinya ancaman teror,” tegas Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga. 

Sementara itu, mewakili Bupati Batang Wihaji, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batang, Agung Wisnu Bharata menyampaikan,  pada umumnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, terjadi kepadatan arus lalu lintas, oleh karena itu perlu dilakukan Operasi Lilin Candi 2018, sebagai deteksi untuk mengetahui setiap perkembangan situasi terkini.

“Pemkab Batang mendukung diselenggarakannya Operasi Lilin Candi 2018. Dukungan ini berupa kesiapan personel untuk mengisi dan menjabarkan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tanggung jawabnya, terutama tugas lapangan yang membutuhkan dedikasi tingkat tinggi,” paparnya.

Namun lanjutnya, satu hal yang perlu ditekankan operasi ini harus bersifat kemanusiaan yang menonjolkan pada kegiatan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. (MC Batang, Jateng/Heri)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial