2019 BOK Naik, Pelayanan Kesehatan Harus Makin Membaik

Batang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, menggelar pertemuan evaluasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk triwulan terakhir yang seluruh programnya telah dilaksanakan di aula Hotel Sendang Sari Kabupaten Batang, Rabu (12/12/2018). 

BOK merupakan bagian dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), khususnya untuk kegiatan non fisik tahun 2018 sebesar Rp11 miliar. 

Kepala Dinkes Kabupaten Batang, dr. Hidayah Basbeth mengatakan, apabila pelaporan realisasi BOK dari masing-masing Puskesmas baik, maka di tahun 2019 dana BOK yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat akan ditingkatkan menjadi Rp4 miliar.

“Wacananya besaran BOK yang akan diterima Dinkes sebesar Rp15 miliar, karena pelaporan yang disampaikan sudah cukup baik. Jadi dengan ditambahnya BOK, saya harapkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat harus semakin meningkat kualitasnya,” tegasnya.

Menurutnya, setelah ada dukungan dari BOK para bidan desa  harus semakin giat dan bersemangat untuk mendatangi setiap ibu hamil di wilayahnya, agar mengetahui kondisi kesehatannya. Sehingga dapat meminimalisir kematian ibu hamil maupun bayi.

“Alhamdulillah melalui dana ini, bisa dilakukan dengan baik di masing-masing Puskesmas, sebab di sana sudah mampu memberikan pelayanan persalinan yang memadai,” terangnya. 

Dia mengapresiasi atas kinerja para petugas kesehatan di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Batang yang telah cukup baik dengan menunjukkan kerja keras. 

“Jangan sampai ada resiko tinggi yang terlewatkan,” ungkapnya.

dr. Basbeth juga menjelaskan secara detail realisasi dari BOK yang diperoleh di tahun 2018. Di antaranya digunakan untuk Jaminan  Persalinan (Jampersal), akreditasi Puskesmas, akreditasi rumah sakit dan akreditasi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). BOK juga digunakan untuk kegiatan penyuluhan agar program Open Defecation Free (ODF) di tahun 2019 dapat terwujud.

Dinkes mengundang seluruh Kepala Puskesmas beserta bendahara dan camat se-Kabupaten Batang. Tiap Puskesmas melaporkan jumlah anggaran yang diperoleh disertai realisasi jumlah anggaran yang telah digunakan. Disamping itu, para camat yang diundang juga mengetahui bahwa di wilayah kerjanya masih ada permasalahan kesehatan yang harus diatasi. Sebab keterlibatan mereka juga sangat penting guna membantu mengatasi permasalahan kesehatan yang dialami warganya.

“Dalam pelaporannya mereka juga harus memenuhi target, paling tidak 80-90 persen capaian kegiatan,” katanya.

dr. Basbeth mengharapkan kepada semua Kepala Puskesmas, petugas kesehatan dan camat, supaya dapat menggunakan BOK semaksimal mungkin. Pemerintah Pusat telah menyediakan dana BOK Tahun 2018 Rp11 miliar dan di tahun 2019 akan ditambah menjadi Rp15 miliar. Sebisa mungkin dana itu digunakan untuk peningkatan kesehatan masyarakat agar angka kematian ibu hamil dan bayi dapat menurun serta ODF di tahun 2019, 100 persen terwujud. (MC Batang, Jateng/Heri)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial