Dinkes Batang Rutin Gelar Posbindu

Batang - Setiap tiga bulan sekali seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang menggelar agenda rutin yaitu pemeriksaan kesehatan dengan membuka Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di halaman Kantor Dinkes Kabupaten Batang, Jumat (8/2/2019).

Kepala Dinkes Kabupaten Batang, dr. Hidayah Basbeth mengutarakan, kegiatan itu dilaksanakan untuk mengetahui atau mendeteksi faktor resiko dari Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti kencing manis (diabetes) dan darah tinggi.

“Jika kita melakukan pemeriksaan rutin pasti mengetahui gejala awalnya, kemudian melakukan upaya intervensi kalau memang memiliki faktor resiko. Selanjutnya dilakukan konseling dan edukasi untuk dirujuk ke dokter keluarga masing-masing,” terangnya.

Lebih lanjut dr. Basbeth menjelaskan, apabila gula darah atau tekanan darah tinggi sementara tidak dilakukan pemeriksaan lanjutan atau bahkan pembiaran, tentu kadarnya akan makin naik.

Menurutnya, Dinkes juga telah membagikan alat untuk mengukur kadar gula darah, tekanan darah, kolestrol dan asam urat di 248 desa se-Kabupaten Batang, yang tentu dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan tiap tiga bulan sekali.

dr. Basbeth juga memaparkan, batasan untuk tekanan darah dalam kategori normal adalah 110, jika lebih dari itu harus waspada. Maka setiap individu harus secara rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Untuk kadar gula darah dikategorikan normal jika berada di angka 100 hingga 150. Biasanya kadar gula sebelum makan berkisar di angka 100, namun jika dalam kondisi sesudah makan berkisar hingga 150.

“Tapi kalau belum makan saja kadar gula darah kok sudah 150, ya berarti gula darahnya agak tinggi dan patut diwaspadai,” tegasnya.

Sedangkan untuk kolestrol, kata dia, normalnya berada di bawah 190. Kalaupun berada di angka 190 harus mulai berhati-hati dengan mengurangi makanan serba goreng-gorengan, makanan dengan menggunakan minyak berlebih, santan dan makanan berlemak.

“Dan untuk melawannya kita harus memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan,” tuturnya.

Bagi para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang, dr. Basbeth menghimbau agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dengan mengecek tekanan darah, kadar gula darah, kolestrol dan asam urat di Balai Kesehatan Daerah (BKD) di Sekretariat Daerah Kabupaten Batang. Dapat pula melakukan pemeriksaan ke dokter keluarga atau desa masing-masing dengan berkunjung setiap kali ada pemeriksaan di Posbindu atau Posyandu Lansia.

dr. Basbeth menambahkan, jika seseorang termasuk keturunan diabetes, dia bisa tidak menjadi penderita diabetes asalkan selalu menjaga pola makan yang baik. 

“Pola makan yang baik yaitu tidak banyak mengandung gula, perbanyak konsumsi sayuran dan kurangi nasi. Jadi tepat sekali jika kita mengikuti sunah rosul, berhentilah makan sebelum kenyang,” ungkapnya.

Atau dapat juga lanjutnya, membiasakan untuk mengambil banyak sayuran terlebih dahulu, lalu diakhiri dengan nasi yang tidak terlalu banyak. 

dr. Basbeth mengharapkan, supaya masyarakat lebih mengaktifkan Posyandu karena sudah disediakan alat tes kesehatan dan aktif untuk datang ke Posbindu untuk mengetahui riwayat penyakit yang ada dalam diri. 

“Jadi tidak perlu takut atau malu untuk memeriksakan kondisi kesehatan diri demi tubuh yang sehat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial