Pelatihan Petugas Pemetaan Wilkerstat Sensus Penduduk 2020

Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang, menyelenggarakan Pelatihan Petugas Pemetaan dan Pemutakhiran Muatan Wilayah Kerja Statistik (Wilkerstat) sebagai langkah persiapan awal pelaksanaan sensus penduduk di tahun 2020 di Ballroom Hotel Sahid Mandarin Kota Pekalongan, Senin (1/4/2019).

Persiapan menuju sensus penduduk sudah dilakukan sejak tahun 2018, seperti pemutakhiran master file desa.

Kepala BPS Kabupaten Batang, Tina Wahyufitri saat membuka pelatihan tersebut mengemukakan, jumlah peserta yang akan menjadi petugas sebanyak 365 orang dari kalangan masyarakat setempat, yang dimulai sejak tanggal 27 Maret hingga 8 April 2019.

“Kami mengutamakan calon petugas pemetaan dan pemutakhiran wilayah kerja statistik berasal dari warga desa setempat, supaya ia mengetahui secara detail tempat yang akan dikunjungi,” tuturnya.

Tina mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Batang, karena beberapa waktu lalu telah diberikan kesempatan untuk mensosialisasikan kegiatan ini dan bantuan petugas yang memiliki kompetensi melalui proses seleksi.

“Ketika petugas nanti turun ke lapangan bisa langsung melakukan konfirmasi ke aparat setempat di tingkat RT, karena meskipun ini tugas dari BPS, tetapi hasil untuk kepentingan Pemerintah Kabupaten Batang khususnya dan Pemerintah Pusat umumnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik, Iqbal menerangkan, hasil akhir dari kegiatan pemetaan dan pemutakhiran muatan wilkerstat tahun 2019 yaitu pembentukan peta manual dan digital hingga lingkup terkecil yakni tingkat RT. 

“Nantinya kita akan bisa melihat muatan dari tiap-tiap RT, dari segi bangunan sensus maupun jumlah kepala keluarga di desa itu,” ungkapnya.

Menurutnya, pada saat pelaksanaannya di lapangan nanti, para petugas akan dibekali peta manual desa yang telah diperbaiki tahun 2018, dan menggunakan perangkat telepon pintar berbasis android, supaya dapat memetakan lebih detail lagi. 

“Peta digital ini akan kita aplikasikan dengan google map, sehingga hasilnya benar-benar akurat,” jelasnya.

Iqbal memaparkan, BPS menggunakan aplikasi Wilkerstat sudah sejak tahun 2018 dalam pembuatan peta desa dan di tahun 2019 dibuat lebih spesifik hingga tingkat RT.

“Keunggulan penggunaan peta digital ini adalah untuk menghindari tumpang tindih antar wilayah,” katanya.

Hasil pemetaan ini, lanjutnya akan digunakan sebagai bahan untuk mengetahui wilayah kerja para petugas sensus penduduk tahun 2020. Dalam pelaksanaan sensus penduduk di tahun 2020 nanti, BPS menggunakan metode kombinasi, yaitu perpaduan antara data registrasi Sistem Administrasi Kependudukan yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan data yang ada di lapangan. 

“Sehingga nanti tidak akan terjadi daerah-daerah yang tidak tersensus atau bahkan tersensus dua kali,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial