23 Ribu Titik Jadi Sasaran Penertiban APK

Batang - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batang menggelar operasi penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) pada 23 ribu titik, dengan menerjunkan anggotanya dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Penertiban dilakukan pada APK berukuran kecil dan besar, bahkan stiker yang tertempel di tembok serta tempat-tempat strategis di seluruh wilayah. Masa tenang dimulai sejak 14-16 April, dan dalam peraturannya tempat-tempat tersebut steril dari APK dalam bentuk apapun, terutama di sarana publik.

Ditemui saat menertibkan APK di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kabupaten Batang, Minggu (14/4/2019), Ahmad Suharto mengatakan, Bawaslu bersama stakeholder terkait melakukan pembersihan APK serentak hingga tingkat kecamatan dan desa. 

“Dalam tugas ini, kami juga dibantu oleh anggota KPU, Panwascam dan Pengawas TPS,” tuturnya.

Menurutnya, Bawaslu akan lebih bersimpatik kepada para relawan partai politik yang melepaskan APK dengan penuh kesadaran pribadi. 

“Bawaslu sudah menyampaikan imbauan melalui surat kepada partai politik, supaya bisa melepas APK di masa tenang,” ungkapnya.

Suharto juga menyampaikan, selama dua hari Bawaslu bersama stakeholder akan terus menyisir tempat-tempat yang rawan menjadi tempat pemasangan APK, agar bersih kembali di masa tenang.

Bawaslu dari tingkat pusat hingga kabupaten pun akan melaksanakan patroli dalam rangka pencegahan terjadinya money politics (politik uang).

“Realisasinya Bawaslu bersama pihak TNI/Polri akan berkeliling di berbagai wilayah, khususnya yang rawan terjadi money politics,” ungkapnya.

Suharto mengharapkan, agar warga menolak keras terjadinya money politics, lebih bagus lagi jika mereka mau melaporkan kepada Bawaslu atau Panwascam, tentu lebih diapresiasi. 

“Pencegahan money politics harus dilakukan dalam rangka mewujudkan pemilu yang berkualitas, sebab perilaku negatif itu dapat merusak citra atau mutu demokrasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Batang Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Laila Hamidah mengutarakan, penertiban ini sangat bagus dan harus dilakukan karena dapat meredam hawa politik yang “cukup panas”.

“Selain itu, membuat warga bisa memilih calon pemimpinnya dengan perasaan bahagia dan hati yang lebih tenang,” katanya.

Di masa tenang ini, lanjutnya, alangkah baiknya masyarakat memperbanyak untuk berdo’a, agar pada hari “H” semua diberikan kelancaran, tanpa timbul permasalahan. Hasilnya pun bisa diterima semua pihak. 

“Jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan KPU untuk memilih calon pemimpinnya lima tahun ke depan. Hindari perilaku golput, karena itu bisa merugikan diri sendiri dan penyesalan di kemudian hari. Jadilah pemilih cerdas, gunakan hak pilih sesuai hati nurani,” pungkasnya. (Mc Batang Jateng/Heri)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial