Disdikbud Batang Minta Guru Siapkan MPLS yang Edukatif

Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Pembinaan dan Pengendalian Pendidikan, kepada para pendidik untuk menciptakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan materi-materi yang mengedukasi peserta didik baru di Kota Pekalongan, Kamis (11/7/2019).

Dalam sosialisasi Disdikbud menghadirkan narasumber seperti Kodim 0736/Batang tentang seputar bela negara, BNNK Batang tentang P4GN di lingkungan sekolah dan Satlantas Polres Batang tentang perilaku tertib lalu lintas.

Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Achmad Taufiq mengemukakan, sebagai pendidik diharapkan menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak didiknya dan rasa memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati.

“Perilaku itu harus ditanamkan sejak masa awal masuk di lingkungan sekolah, baik tingkat SD maupun SMP,” tuturnya.

Materi lain yang disampaikan yaitu tentang bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Peserta didik baru juga perlu diingatkan kembali, tentang pentingnya nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran dan jauh dari perilaku korupsi.

“Tidak terkecuali juga kewajiban kita untuk mengendalikan kesehatan anak didik, tentang makanan yang dikonsumsi di lingkungan sekolah, dengan menyiapkan kantin sehat agar kesehatan mereka tetap terjaga dan kantin kejujuran, sehingga anak terbiasa bertindak jujur terhadap diri sendiri,” terangnya.

Achmad Taufiq mengharapkan MPLS yang edukatif dapat mencetak generasi emas yang berkualitas di masa depan.

Sementara dalam paparan materinya tentang makna bela negara, Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Raji menuturkan, menanamkan bela negara sebenarnya harus diawali dari perilaku sehari-hari anak didik yang berpamitan kepada kedua orang tua, melengkapi surat-surat kendaraan.

“Tepati waktu saat masuk kelas, begitu pula sebaliknya jika guru yang terlambat mengajar, berarti ia juga belum mempunyai jiwa bela negara,” ujarnya.

Kasdim mengharapkan, para guru menyampaikan kepada anak didiknya tentang segala sesuatu yang sudah menjadi rutinitas setiap harinya, untuk terus diberikan penguatan mengenai kedisiplinan dan kejujuran.

Sedangkan bahaya lain yang juga mengintai anak-anak didik, jika salah pergaulan adalah penyalahgunaan dan peredaran narkoba, maka Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang, AKBP Windarto dalam materinya menyampaikan, bahwa para guru harus menjalin kerja sama dengan BNNK Batang, untuk memberikan materi-materi seperti bahaya peredaran narkoba.

“Bagi anak didik yang akan memasuki tahun ajaran baru, harap tingkatkan kewaspadaan, karena sekarang sudah zaman digital, jadi jangan mudah terpengaruh peredaran dan penyalahgunaan narkoba, sebab para bandar menggunakan media online, untuk menarik perhatian generasi muda menjadi pemakai barang haram itu,” terangnya.

Tanggapan positif disampaikan oleh Ismilah, seorang guru dari SMPN 1 Batang. Ia menuturkan, kegiatan ini sangat berdampak baik jika disampaikan kepada para peserta didik baru, saat memasuki MPLS di tahun ajaran baru. 

“Anak-anak perlu diberikan informasi tentang efek negatif dari penyalahgunaan narkoba. Kita juga perlu merangkul orang tua untuk bersama-sama menangkal bahaya peredaran narkoba. Jangan sampai anak tidak dikawal dalam penggunaan media online, demi memutus mata rantai peredaran narkoba secara digital,” ungkapnya. (MC Batang, Jateng/Heri)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial