Musim Kemarau Panjang, BPBD Batang Catat Adanya Penyusutan Debit Air

Batang - Tanda masuknya musim kemarau dan bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Batang sudah mulai tampak terlihat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang menyatakan, tanda itu terlihat dari adanya penyusutan debit air di beberapa sungai dan bendungan di wilayah setempat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi saat diwawancarai, di Kantor BPBD Kabupaten Batang, Senin (9/9/2019).

“Dari hasil pemantauan di lapangan, memang telah terjadi penyusutan debit air di beberapa sungai dan bendungan. Akan tetapi, sampai saat ini kami belum menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dampak kekeringan yang ditimbulkan,” jelasnya.

Ia menerangkan musim kemarau panjang tahun ini mulai berdampak ke pertanian di Kabupaten Batang. Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) setempat mencapat, ada 52 hektar persawahan yang saat ini terancam gagal panen (puso). Ancaman tersebut terutama tersebar di Kecamatan Limpung, Tersono, Pecalungan, dan Reban.

“Ada dua desa di Batang yang berpotensi terjadi kekeringan, yakni Desa Penundan dan Kemiri Timur. Kedua desa itu, namun hingga saat ini, belum ada tanda tanda akan terjadi kekeringan di dua desa tersebut, karena warga sekitar masih mampu menimba air dengan gayung di sumber air tersebut.” Imbuhnya.

Penyusutan debit air yang terjadi, lanjutnya, belum sampai pada tahap mengkhawatirkan. Sebab, hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan maupun permohonan droping air bersih dari masyarakat maupun dari bidang pertanian pada khususnya.

“Secara langsung kita juga turun ke lapangan untuk memantau, jika ada aduan dari masyarakat kita selesaikan dan rembuk bersama stekholder yang bersangkutan, dan jika terjadi kekurangan air baru kita dropping air,” ujarnya.

Selain itu dampak kebakaran pun sama, imbuhnya, jika ada laporan masyarakat atau misalkan dari perhutani mempunyai lahan tebu terbakar, kita selesaikan dan rembuk bersama stekholder yang bersangkutan. 

“Seperti yang terjadi kebakaran di hutan Gunung Sipandu, desa Pranten Kecamatang Bawang, Kabupaten Batang, Perhutani dan para relawan serta kodim dan polsek setempat secara bersama-sama memadamkan kebakaran,” sambungnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, BPBD mengimbau para petani untuk lebih waspada dan menjaga tanaman padi agar tidak kekurangan air. Jika di sekitar sawah masih ada sumber air, pihak Dinas yang terkait akan menyiapkan pompa untuk bisa dipinjamkan pada petani yang membutuhkan. (MC Batang, Jateng/Jumadi)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis