Lomba Paduan Suara Meriahkan Harlah Muslimat NU Ke-72 Tingkat Korda Pekalongan

Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Ke-72, Muslimat Koordinator Daerah (Korda) Pekalongan menyelenggarkan Lomba Paduan Suara yang diikuti Kabupaten/Kota Se-Eks Karesidenan Pekalongan. Kegiaatan lomba paduan suara ini dimaksudkan untuk menyeleksi dan memilih yang terbaik untuk diikutkan lomba di tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan pada tanggal 16 Desember 2017 di Wisma Pembaruan Semarang.

Pernyataan tersebut dissampaikan oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Batang Hj. Siti Mahmudah saat menyampaikan laporan kegiatan pelaksanaan Lomba Paduan Suara Muslimat NU bertempat di Pendopo Kabupaten Batang, Minggu (3/12).

“Peserta yang mengikuti lomba paduan suara terdiri dari 7 Kabupaten/Kota se-Eks Karesidenan Pekalongan yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes,” tutur Hj. Mahmudah.

Hj. Mahmudah mengatakan karena Muslimah NU memiliki Daftar Iuran Pribadi Anggota (DIPA) dari masing – masing Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU, sehingga alhamdulillah kegiatan ini insya Allah akan berjalan dengan lancar dan baik.

“Kegiatan ini dapat terselenggara berkat gotong royong dari seluruh Pimpinan Cabang di 7 Kabupaten/Kota se-Eks Karesidenan Pekalongan,” katanya.

Menurutnya, para peserta tim paduan suara akan membawakan 3 buah lagu yaitu Mars Muslimat NU, Hymne Muslimat NU dan Mars Subhanul Wathon.

Sementara dalam sambutannya, Ketua Muslimat NU Korda Pekalongan Hj. Khulasoh menyampaikan tujuan utama kehadiran kita ke Kabupaten Batang adalah untuk bersilaturahmi.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Bupati Batang Wihaji beserta Ibu Uni Kuslantasi Wihaji yang telah memfasilitasi kegiatan ini, kita do’akan semoga beliau dapat melaksanakan tugas dengan penuh amanat,” ucapnya.

Hj. Khulasoh menerangkan bahwa niat Anda mengikuti lomba paduan suara ini bukan untuk menjadi juara, tetapi yang utama adalah bersilaturahmi. Kemudian mumpung masih bulan Maulid ini merupakan syiar Islam untuk menghormati Nabi Muhammad SAW.

“Dalam permainan pasti ada menang ada kalah itu sudah biasa, yang terpenting semoga kita mendapat ridho dari Allah SWT,” tegasnya. (Heri/Mc Batang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial